BorneoFlash.com, KUKAR - Kesempatan mendapatkan bantuan pendidikan kembali dibuka bagi warga Kutai Kartanegara (Kukar).
Pemerintah daerah melalui program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026 menargetkan jangkauan penerima yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan proses pengajuan sudah bisa dilakukan secara daring sejak akhir April dan masih terbuka hingga menjelang akhir Mei.
“Pengajuan sudah berjalan dan bisa diakses online. Kami beri waktu cukup panjang agar masyarakat punya kesempatan menyiapkan berkas,” Jelas Fathul, pada Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, peningkatan kuota menjadi salah satu fokus utama tahun ini. Pemerintah ingin lebih banyak pelajar dan mahasiswa mendapatkan dukungan pendidikan.
“Jumlah penerima kami tambah menjadi 7.026 orang,” ujarnya.
Selain memperluas kuota, pemerintah juga memperkuat dukungan dari sisi anggaran. Dana yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah sebagai bentuk komitmen terhadap sektor pendidikan.
“Anggaran yang disiapkan sebesar Rp56,4 miliar,” singkatnya.
Program ini terbuka bagi warga Kukar yang memenuhi ketentuan administrasi. Identitas kependudukan menjadi syarat utama, disertai dokumen pendukung terkait status pendidikan.
“Harus warga Kukar, dibuktikan KTP. Kemudian ada surat aktif sekolah atau kuliah, atau bukti diterima, serta rekening Bankaltimtara,” terang Fathul.
Ia juga menambahkan, setiap kategori bantuan memiliki kriteria tambahan yang harus dipenuhi pelamar sesuai jalur yang dipilih.
Untuk cakupan program, pemerintah menyediakan beberapa skema, mulai dari tingkat sekolah menengah, santri pondok pesantren, hingga mahasiswa.
Selain itu, tersedia juga jalur khusus untuk bidang tertentu seperti kesehatan dan sekolah kedinasan.
“Kami siapkan beberapa pilihan agar bisa menjangkau kebutuhan yang berbeda-beda,” bebernya.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda di Kukar yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Tujuannya jelas, membuka akses pendidikan seluas-luasnya dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar