Jelang Ramadan, DPRD Balikpapan Ingatkan Gejolak Harga dan Penimbunan Bahan Pokok

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Jafar Sidik. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Jafar Sidik. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Jafar mengingatkan bahwa secara hukum ekonomi, kenaikan harga akibat lonjakan permintaan sebenarnya dapat dikendalikan jika pengawasan dan komunikasi antarpihak berjalan optimal.

 

Saat ini, ia menilai kondisi pasar Balikpapan masih relatif aman, namun kewaspadaan tetap diperlukan.“Sekarang masih terkendali, tapi situasi bisa berubah cepat. Karena itu, pengawasan tidak boleh kendor,” katanya.

 

Selain faktor pasokan, Jafar juga menyoroti potensi praktik penimbunan oleh oknum pedagang yang kerap muncul menjelang Ramadan. Praktik tersebut dinilai dapat memperparah kelangkaan dan mendorong harga naik tajam.

 

“Biasanya ada saja yang menahan stok demi keuntungan lebih. Ini yang harus diawasi ketat, supaya masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

 

Komisi II DPRD, lanjut Jafar, akan menjalankan fungsi pengawasan, sementara pengendalian langsung di lapangan menjadi kewenangan dinas teknis terkait. 

 

Ia juga mengajak media dan masyarakat untuk turut berperan sebagai pengawas sosial. “Kalau ada indikasi kelangkaan atau harga yang tidak wajar, segera sampaikan. Supaya bisa cepat ditindaklanjuti,” ujarnya.

 

Terkait komoditas rawan naik, Jafar menyebut cabai, bawang merah, bawang putih, dan telur sebagai kebutuhan yang hampir setiap tahun mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan. 

 

Sementara untuk beras, ia memastikan stok masih aman dan fluktuasi harganya relatif stabil. “Polanya hampir selalu sama. Komoditas itu yang perlu perhatian ekstra, sementara beras sejauh ini masih aman,” pungkasnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.