DPRD PPU Nilai Hadirnya IKN Bisa Dongkrak PAD, Mahyudin Minta Pemda Lebih Agresif Gali Potensi Pajak

oleh -
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi I DPRD PPU, Mahyudin. Foto: BorneoFlash/IST
Anggota Komisi I DPRD PPU, Mahyudin. Foto: BorneoFlash/IST
banner 300×250

BorneoFlash.com, PENAJAM – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin, menilai keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku membuka peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional (PSN) yang berlangsung masif dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan potensi penerimaan baru yang harus dioptimalkan pemerintah daerah.

 

Mahyudin menegaskan bahwa salah satu sumber PAD yang perlu diperkuat adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), termasuk penagihan tunggakan dan denda yang selama ini belum diselesaikan oleh wajib pajak.

 

“Dengan adanya IKN, PAD kita bisa meningkat. Banyak pembangunan sejak IKN hadir di Sepaku. Kalau dicek semua, pasti ada potensi peningkatan PAD karena bisa saja masih ada yang belum menyelesaikan PBB maupun PBG-nya,” ujarnya.

 

Selain PBB, potensi peningkatan PAD juga dapat diperoleh melalui penertiban dan evaluasi izin usaha, terutama bagi pelaku usaha yang izin operasionalnya tidak sesuai dengan ketentuan.

 

“Kita punya potensi besar meningkatkan PAD melalui penertiban izin-izin usaha. Kami sempat mendapati izin yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah, itu harus dievaluasi,” tegasnya.

 

Mahyudin mendorong Pemkab PPU agar menetapkan target PAD lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan target yang lebih besar, perangkat daerah diharapkan bekerja lebih agresif dalam menggali potensi retribusi dan pendapatan lainnya.

 

“Kalau dilihat, target PAD kita dari tahun ke tahun hanya sekitar Rp200 miliar. Seharusnya dengan adanya IKN, PAD kita bisa meningkat,” pungkasnya. (*/Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.