Rencana Pembangunan Jembatan Tol PPU–Balikpapan Kembali Jadi Perhatian, DPRD Pastikan Tak Berhenti di Wacana

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ketua DPRD PPU, Raup Muin. Foto: BorneoFlash/IST
Ketua DPRD PPU, Raup Muin. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, PENAJAM – Rencana pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kota Balikpapan kembali menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU

 

Proyek strategis ini dinilai sangat krusial untuk meningkatkan mobilitas serta mempercepat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur, terutama dalam mendukung pembangunan Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menegaskan pihaknya akan mengambil peran aktif dalam mengawal rencana pembangunan jembatan tersebut agar tidak berhenti hanya sebatas wacana.

 

“DPRD pasti akan terus mendorong agar rencana ini benar-benar bisa terwujud. Kalau terealisasi, jembatan ini akan menjadi akses pendekat antarwilayah, bukan hanya untuk PPU dan Balikpapan, tetapi juga penghubung penting antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur,” ujar Raup, pada Jumat (5/12/2025).

 

Jembatan tersebut direncanakan menghubungkan Kelurahan Nipah-Nipah di PPU dengan Kelurahan Melawai di Balikpapan. Keberadaan jembatan ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang akan memberikan dampak besar bagi aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

 

Raup mengungkapkan, pembahasan mengenai proyek jembatan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, rancangan teknis serta estimasi kebutuhan anggaran telah dibahas secara intensif jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda. Namun hingga kini, progres pembangunan masih terkendala pada persoalan pembiayaan.

 

“Kendala utamanya memang soal anggaran. Kondisi keuangan daerah yang terbatas, ditambah pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) hingga sekitar 50 persen, membuat Pemkab PPU mengusulkan agar pembangunan jembatan ini sepenuhnya didanai dan dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, komunikasi dengan pemerintah pusat telah dilakukan secara intensif. Namun keputusan akhir terkait eksekusi proyek tetap berada di tangan kementerian terkait.

Baca Juga :  Tiga Pesantren Balikpapan Kirim 12 Santri ke Musabaqah Qiroatul Kutub Tingkat Nasional

 

“Kami sudah komunikasikan ke pemerintah pusat. Pada dasarnya persoalan utama masih anggaran. Eksekusi dan keputusan akhirnya ada di kementerian,” katanya.

 

Meski demikian, koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat terus diperkuat agar proyek strategis ini tetap menjadi prioritas nasional. Raup pun berharap pembangunan jembatan tol PPU–Balikpapan dapat segera direalisasikan, mengingat perannya yang sangat penting bagi percepatan pembangunan kawasan IKN serta manfaat besar yang akan dirasakan masyarakat.

 

“Semua rencana pembangunan harus terus diupayakan sampai benar-benar terealisasi, terutama yang berpihak dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.