RSUD Ratu Aji Putri Botung Terendam, H. Muhammad Yusuf Dorong Solusi Permanen agar Pelayanan Warga Tidak Terganggu

oleh -
Editor: Ardiansyah
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), H. Muhammad Yusuf, SH., MM. Foto: BorneoFlash/Ardian
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), H. Muhammad Yusuf, SH., MM. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, PENAJAM — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), H. Muhammad Yusuf, SH., MM, menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal setelah peristiwa banjir yang merendam sebagian area RSUD Ratu Aji Putri Botung, Rabu (12/11/2025).

 

Dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis (13/11/2025), Muhammad Yusuf menyampaikan keprihatinan sekaligus dorongan kuat untuk penanganan komprehensif terhadap masalah banjir yang terjadi akibat hujan lebat sejak pukul 13.30 WITA.

 

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap sistem drainase di lingkungan RSUD.

 

“Ini peristiwa yang terjadi tiba-tiba, dan tidak ada satu pun dari kita yang menginginkannya. Karena itu, kita harus mengambil langkah antisipatif. Saya mendorong agar dibuat sistem drainase yang lebih besar dan langsung tembus ke laut, sehingga banjir seperti kemarin tidak terulang,” ujar Yusuf.

 

Sebagai rumah sakit rujukan utama masyarakat PPU, ia menekankan pentingnya memastikan pelayanan kesehatan tidak terganggu oleh kendala infrastruktur.

 

“RSUD ini melayani ribuan masyarakat. Maka perencanaannya harus benar-benar matang, tertata, dan siap menghadapi curah hujan ekstrem. Ini menyangkut pelayanan publik, dan kami di DPRD akan mengawal agar peningkatan fasilitas segera direalisasikan,” tegasnya.

 

Temuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU turut memperkuat perlunya evaluasi. Mengutip laporan Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Amirullah, banjir ternyata dipicu oleh sisa timbunan material proyek yang menutup aliran parit, disertai ukuran parit yang dinilai terlalu kecil.

 

“Masih ada sisa material di parit dari proyek yang berlangsung. Selain itu, ukuran parit juga terlalu kecil dan perlu diperlebar untuk memperlancar aliran air,” jelas Amirullah dalam laporan tertulisnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Koperasi ke 77 Tahun 2024, Peran Koperasi Sangat Penting Guna Lengkapi Ekosistem Usaha Rakyat 
Kondisi RSUD Ratu Aji Putri Botung setelah hujan lebat melanda PPU pada Rabu (12/11/2025). Foto: Dok Titiknol
Kondisi RSUD Ratu Aji Putri Botung setelah hujan lebat melanda PPU pada Rabu (12/11/2025). Foto: Dok Titiknol

Akibat hambatan tersebut, air merendam beberapa titik di RSUD, termasuk halaman depan, depo obat, ruang rawat jalan, area manajemen, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan laboratorium yang nyaris dimasuki air.

 

Melihat kondisi ini, DPRD PPU menegaskan siap mengawal langkah perbaikan, terutama terkait pembangunan dan penataan infrastruktur penunjang layanan publik. Muhammad Yusuf menutup pernyataannya dengan komitmen:

 

“Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Karena itu, setiap permasalahan harus diselesaikan secara tuntas dan terencana. Kami akan pastikan evaluasi dan pembenahan berjalan maksimal,” ucapnya. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.