Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menggelar kegiatan di hotel-hotel yang tidak menerima produk-produk UMKM.
“Silakan bintang apa saja. Jika mereka tidak menerima produk UMKM, pemerintah daerah jangan berkegiatan di hotel tersebut. Kami berharap hotel-hotel di Kaltim mau menerima produk UMKM,” ujarnya.
Tujuan utama dari kebijakan ini, menurut Akmal, adalah agar UMKM Kaltim bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.
Ia menekankan bahwa jika hotel-hotel tidak mendukung UMKM, maka siapa lagi yang akan membantu mereka.
“Sementara kita akan memberikan imbauan terlebih dahulu untuk regulasinya. Sehingga produk-produk UMKM Kaltim bisa diterima dengan baik di hotel-hotel,” tegas Akmal.
Akmal juga mengakui bahwa salah satu masalah utama UMKM di daerah adalah kurangnya pembinaan yang terfokus, khususnya di daerah-daerah.
Ia pun menyarankan agar kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan pelaku UMKM, dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasar.
“Disarankan agar kolaborasi atau kerja sama ini lebih ditingkatkan, sehingga produk UMKM kita bisa berkembang lebih baik di pasar,” pungkasnya.





