“Antara nasionalis-religius tidak bisa dipisahkan. Soekarno tak bisa lepas dari kyai dan pesantren, untuk Indonesia lebih kuat dan tegak,” papar Kyai Ali mengakhiri.
Ketua Himpunan Santri Nusantara Kaltim sekaligus penggagas kegiatan itu, Asman Aziz menjelaskan alasan dukungan para Santri Milenial kepada Ganjar-Mahfud dikarenakan merupakan pasangan Capres-Cawapres yang mewakili kalangan nasionalis-religius.
Serta segaris dengan representasi sejarah dimana dua kalangan itu selalu memimpin dan membawa Indonesia semakin maju ke depannya.
“Keduanya tidak bisa dipisahkan dari nasionalis-religius, saya kira itulah alasan kenapa teman-teman santri milenial memberi dukungan untuk Ganjar-Mahfud MD menjadi pemimpin nasional,” jelas Asman.
Pembangunan yang sudah dilakukan Presiden sebelumnya diyakini akan tetap dilanjutkan, yang akan terus membangun apalagi dengan keberadaan Ibu Kota Negara Nusantara di Kaltim.
Membangun infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM) juga menjadi konsen keduanya, Asman yakin prosesnya akan berjalan adil dan tidak menyingkirkan masyarakat lokal, adat maupun sekitar IKN.
“Saya kira keduanya, baik itu Ganjar maupun Mahfud pasti punya konsen membangun apa yang telah berjalan serta melibatkan kaum muda dan kalangan santri untuk kemudian bisa jadi bagian pembangunan ke depan yang akan masif di IKN,” tutup Asman. (*)





