Politisi PDI Perjuangan ingin sekali ada program dari dinas terkait, baik sebelum pendeteksi maupun yang sudah terjadi seperti sosialisasi pemahaman sebelum nikah, maupun sosialisasi terhadap anak-anak gizi buruk.
Salah satunya, kegiatan Posyandu di tingkat RT diaktifkan lagi, karena disana dapat mendeteksi dan melakukan pendampingan ahli gizi untuk balita yang mengalami stunting.
“Programnya yang sudah terjadi dengan gizi buruk ini apa. Harus diberikan pendampingan terus. Saya melihat minimnya tenaga ahli gizi di Kota Balikpapan, sehingga pola gizi dan pola hidup sehat mereka tidak terpenuhi,” jelas Budiono.
Untuk itu, Budiono berharap, kepada dinas terkait agar anggaran yang sudah dikuncurkan dapat dipergunakan sebaiknya, untuk pengentasan stunting di Kota Balikpapan.
“Mudahan di tahun 2023 angka stunting bisa teratasi semua, karena mengingat generasi bangsa kita untuk menjadi lebih baik lagi,” Pungkasnya.







