BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Harapan warga Balikpapan Barat untuk memiliki rumah sakit representatif belum juga terwujud.
Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Sayang Ibu di Kelurahan Baru Ulu justru terhenti di tengah jalan, menyisakan rangka bangunan terbengkalai dan akses jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat sekitar.
Proyek strategis sektor kesehatan itu kini menjadi sorotan DPRD Kota Balikpapan. Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara, menilai stagnasi proyek bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut akuntabilitas penggunaan anggaran publik yang nilainya tidak kecil.
“Kami mengingatkan, ini proyek besar dan menyangkut kepentingan masyarakat luas. Pemerintah kota harus ekstra hati-hati mengambil langkah berikutnya,” ujar Halili, pada Selasa (20/1/2026).
Purnawirawan TNI POM AD mengungkapkan, hingga saat ini progres fisik RSU Sayang Ibu baru mencapai sekitar 20 persen, padahal anggaran yang digelontorkan dari APBD 2024 mencapai Rp106 miliar.
Kondisi tersebut, menurutnya, sudah mengindikasikan kegagalan perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Halili menegaskan pemerintah perlu terlebih dahulu membuka duduk perkara melalui audit resmi, sehingga tidak langsung melakukan lelang ulang.
Keterlibatan Inspektorat Kota Balikpapan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadi krusial untuk memastikan tidak ada potensi kerugian negara.





