BorneoFlash.com, SENDAWAR - Musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Muara Baroh Kecamatan Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada Rabu (11/5/2022) kemarin.
menyisakan kisah pilu yang mendalam bagi Bapak Riduan. Dimana dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan sekitar enam (6) rumah tersebut.
Dirinya tidak sempat menyelamatkan harta benda sedikitpun bahkan sampai mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan diri.
Disampaikan oleh Petinggi Kampung Muara Baroh, Achmadi yang dihubungi pada Kamis (12/5/2022) saat mengunjungi korban musibah kebakaran.
Saat kejadian, Riduan sedang makan siang bersama istrinya di ruangan bagian belakang. Sedangkan anaknya, Riska sedang berada di ruang tengah sambil menonton televisi.
"Api berasal dari bagian atas plafon di bagian depan rumah pak Riduan. Yang kemudian cepat membesar karena rumah terbuat dari kayu," jelas Achmadi.
Sadar rumahnya mulai terbakar dengan cepat, Riduan bersama istrinya bergegas menyelamatkan diri melalui pintu belakang.
Kemudian langsung menerobos pintu depan yang mulai dilahap api untuk menyelamatkan anaknya yang sedang menonton televisi.
"Riska, anaknya memang ada penyakit sejak kecil. Sehingga saat kejadian tidak bisa untuk menyelamatkan diri sendiri," tambahnya
Setelah berhasil keluar dari rumah, keduanya pun langsung dilarikan ke puskesmas untuk bisa mendapatkan perawatan. Karena mengalami luka bakar ringan akibat panas dari api yang sangat cepat melahap bangunan rumah.
"Jadi pak Riduan hanya berpikir untuk menyelamatkan anak dan istrinya. Tidak sempat untuk menyelamatkan harta bendanya. Beruntung satu unit sepeda motor miliknya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar," imbuhnya.
Adapun kondisi Riduan dan anaknya yang mengalami luka bakar ringan ini sudah mulai membaik.
Namun masih harus mendapatkan perawatan di puskesmas. Dan kondisi rumah yang ditempatinya sudah tidak menyisakan bangunan apa-apa.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar