Oleh karenanya, masyarakat Balikpapan harus benar-benar menyiapkan diri menjadi individu dan kelompok yang berkompeten termasuk memiliki skill dengan didasari iman yang kuat dan tidak meninggalkan kultur budaya bangsa, agar mampu memajukan Kota tercinta ini.
“Jangan sampai kehadiran IKN di Kaltim, namun kita hadir sebagai penonton belaka,” ucapnya.
Untuk menjadi Kota yang nyaman dihuni, hal ini tidak mudah butuh perencanaan yang matang dan kebijakan yang didukung dari komponen masyarakat.
Sehingga, menjadi peluang besar untuk memajukan Kota dan mensejahterakan masyarakat Balikpapan dengan mendukung program pemerintah.
“Lapisan masyarakat senantiasa menjaga dan semakin meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa khususnya di Balikpapan,” ungkapnya.

Tema peringatan HUT ke 125 Balikpapan yakni “Balikpapan Gotong Royong, Balikpapan Nyaman” ini diusung bukan tanpa makna, tapi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu dalam membangun Kota Balikpapan menjadi kota yang nyaman untuk dihuni.
“Momen ini kita dapat menunjukkan jiwa gotong royong yang sebenarnya, dengan tidak egois yang melaksanakan kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan, saling mengingatkan dalam kebaikan,” serunya.





