Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan, Muhaimin menambahkan, untuk saat ini belum bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski demikian tak menutup kemungkinan PTM bisa dilaksanakan di tanggal 20 mendatang.
“Artinya, belum bisa dilaksanakan PTM karena PPKM level 4 diperpanjang sampai 20 September,” ucapnya.
Meski demikian, diterangkan, untuk tanggal 7 hingga 20 September kedepan pihaknya akan mencoba melakukan simulasi terlebih dahulu ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari persiapan PTM jika tanggal 20 mendatang Balikpapan PPKM turun levelnya.

“Sebenarnya sudah dua kali simulasi tapi gak ada salahnya dilakukan simulasi kembali. Pertama untuk mengingatkan kembali Protokol Kesehatan (Protkes). Yang kedua juga untuk mempersiapkan peserta didik guru dan sekolah. Pada intinya walikota meminta agar Prokes di perketat sehingga tidak terjadi cluster di sekolah,” bebernya.
Ditanya mengenai pola simulasi ini dirinya menjelaskan, sama seperti sebelumnya tidak ada yang berubah. Yaitu, Di sekolah terdapat tim gugus sekolah, kemudian jam pelajarannya juga hanya dua jam untuk SD, dan SMP 2 setengah jam.
“Nanti akan kami akan coba satu Minggu sekali,” tambahnya.
Walaupun simulasi yang jelas nanti karena semua SMP belum semuanya di vaksin, pihaknya akan coba prioritaskan pelajar yang sudah divaksin terlebih dahulu.” Jadi semua sekolah tapi yang siswanya sudah divaksin,” pungkasnya.
(BorneoFlash.com/Eko)







