BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi(SKK Migas Kalsul), terus mendukung kinerja Kontraktor Kontrak Kerjasama(KKKS) yang berada di wilayah kerjanya.
Sebagai wilayah kerja (WK) yang sangat besar, SKK Migas Kalsul tak henti-hentinya melakukan koordinasi pada KKKS agar operasionalnya terus berjalan lancar, baik eksplorasi maupun eksploitasi.
Walaupun dalam situasi Pandemi, pada Kamis (12/8/2021) lalu, SKK Migas Kalsul melakukan pertemuan koordinasi dengan para manajemen KKKS di wilayah Kalsul secara daring.
Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri Kepala Perwakilan Kalsul dan jajaran manajemen serta para manajemen dari 21 KKKS (20 Eksploitasi + 1 Eksplorasi CBM) yang berada di wilayah Kalsul.
Disampaikan Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris, pertemuan koordinasi ini merupakan wadah silaturahmi bersama guna mendapatkan informasi dari setiap KKKS, apakah dalam situasi pandemi saat ini ada kendala-kendala yang harus ditindaklanjuti di lapangan.
Bagaimana pencapaian produksi dan mendorong KKKS agar dapat merealisasikan program dan anggaran yang harus beradaptasi dengan kondisiSKK Migas Kalsul
"Kita ingin memastikan kegiatan operasional hulu migas di setiap KKKS berjalan dengan baik. Pandemi covid-19 ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi hulu migas, namun melalui koordinasi ini hambatan-hambatan tersebut akan kita carikan solusi bersama"ujar Azhari.
Lebih lanjut diungkapkan Azhari Idris, dari 180 WK secara nasional saat ini ada 58 WK di wilayah Kalsul, 22 status eksploitasi dan 26 sisanya eksplorasi beberapa dalam proses terminasi.
SKK Migas Kalsul yang memiliki SDM terbatas namun berupaya maksimal untuk bekerja di sembilan provinsi dengan lebih dari 40 kabupaten dan kota.
Ditambahkannya, wilayah kerja lifting Kalsul memiliki 12 titik serah minyak, 38 titik serah gas dan 2 titik pengawasan minyak. Sedangkan rencana pengeboran eksplorasi tahun 2021 ini, sebanyak 48 sumur, meningkat 33% dari realisasi 2020. Untuk wilayah Kalsul sendiri ada 14 pengeboran sumur eksplorasi, saat ini telah terealisasi 3 sumur.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, Azhari mengapresiasi KKKS yang telah memberi dukungan pada program daerah dalam penanganan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi. Salah satunya pemberian bantuan matras, sprei bantal, 32 kipas angin.
Selain itu SKK Migas Kalsul juga mengirimkan bantuan 3 ISO Tank untuk provinsi Kalimantan Timur, dan 1 ISO Tank di Kalimantan Selatan.
"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan partisipasi KKKS dalam penanganan Covid-19 di daerah. Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat untuk mendukung pemerintah dalam penanggulangan pasien Covid-19," ujarnya.
Azhari juga mendorong KKKS agar dapat merealisasikan program kerja dan anggaran yang telah disetujui SKK Migas. Beradaptasi dengan kondisi pandemi serta terus melakukan upaya pengendalian penyebaran Covid-19.
Selain itu Azhari mengingatkan KKKS terkait Arahan Strategi, Kebijakan dan Target Rencana Kerja & Anggaran (RKA) Tahun 2022 sebagaimana telah disampaikan oleh Kepala SKK Migas melalui surat tertanggal 2 Agustus 2021 kepada 89 Producers.
Dalam kesempatan koordinasi tersebut, manajemen KKKS yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dukungan yang telah diberikan oleh SKK Migas Kalsul selama ini.
Seluruh KKKS terus berusaha merealisasikan komitmen pada program kerja yang telah disetujui oleh SKK Migas. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar