BorneoFlash.com, SAMARINDA – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaru menunjukkan bahwa mutu capaian belajar peserta didik di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi tantangan serius.
Evaluasi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan akademik siswa belum berkembang secara optimal, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris yang mencatat nilai relatif rendah.
Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur yang menilai perlunya peninjauan menyeluruh terhadap sistem pendidikan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam konteks peran keluarga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Berdasarkan data rerata nilai mata pelajaran wajib tingkat provinsi, kemampuan siswa Kaltim masih bertumpu pada penguasaan literasi dasar.
Nilai Bahasa Indonesia tercatat sebesar 57,79, sementara Matematika hanya mencapai 36,37 dan Bahasa Inggris berada pada angka 25,91.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup lebar antara penguasaan bahasa ibu dengan kemampuan numerasi dan bahasa asing.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai hasil TKA tersebut sebagai indikator penting yang harus segera disikapi secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Ia menyebut rendahnya capaian akademik tidak hanya terjadi pada satu jenjang tertentu, melainkan hampir merata dari pendidikan dasar hingga menengah.
Menurutnya, rendahnya nilai Matematika dan Bahasa Inggris perlu dianalisis secara komprehensif, termasuk meninjau kembali sistem penilaian yang selama ini diterapkan di sekolah.
Ia mempertanyakan apakah nilai rapor benar-benar mencerminkan kemampuan riil peserta didik atau justru belum mampu menggambarkan kondisi pembelajaran yang sesungguhnya.





