Ia menjelaskan, wawancara tersebut berkaitan dengan peristiwa tabrakan jembatan di Samarinda yang terjadi berulang kali. Bahkan, pada hari yang sama ketika video tersebut menjadi perbincangan, insiden serupa kembali terjadi pada malam harinya.
Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan dalam wawancara itu adalah dorongan agar pihak terkait menjalankan tanggung jawab secara serius demi mencegah kejadian berulang.
“Hal yang ingin saya tekankan adalah pentingnya instansi terkait menjalankan tanggung jawab secara optimal agar kejadian serupa tidak terus terulang,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya saat itu kurang prima, yang turut memengaruhi cara berbicaranya di hadapan media.
Ananda menegaskan bahwa kritik yang muncul akan dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam hal komunikasi publik.
“Kritik yang disampaikan akan saya jadikan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan ke depan,” tutupnya. (*)








