BorneoFlash.com, SAMARINDA – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, jasa penukaran uang pecahan baru mulai banyak ditemui di beberapa ruas jalan di Kota Samarinda.
Layanan penukaran uang yang biasanya muncul saat momen Lebaran ini menawarkan berbagai pecahan uang yang lazim digunakan masyarakat untuk kebutuhan berbagi atau tradisi memberi uang kepada keluarga dan anak-anak.
Namun, keberadaan jasa penukaran uang yang bersifat dadakan tersebut dinilai memiliki potensi risiko bagi masyarakat.
Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah kemungkinan beredarnya uang palsu atau uang yang tidak terjamin keasliannya, terutama jika penukaran dilakukan di tempat yang tidak memiliki pengawasan resmi.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika hendak menukar uang menjelang Lebaran. Ia menyarankan agar proses penukaran dilakukan melalui lembaga resmi sehingga keaslian uang yang diterima dapat dipastikan.
“Untuk menjamin keamanan dan keaslian uang yang diterima, masyarakat sebaiknya melakukan penukaran di lembaga resmi yang dapat dipastikan kredibilitasnya,” ujarnya, pada Senin (16/3/2026).







