BorneoFlash.com, SAMARINDA – Rencana pembangunan terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) atau fuel terminal di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, akhirnya memasuki tahap realisasi.
Proyek tersebut akan mulai dipersiapkan pembangunannya pada tahun ini setelah melalui proses perencanaan yang berlangsung sejak 2021.
Keberadaan terminal BBM tersebut dipandang penting untuk memperkuat sistem penyimpanan serta distribusi energi di Samarinda.
Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan BBM dari daerah lain yang selama ini menjadi salah satu titik rawan dalam rantai logistik bahan bakar.
Kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai melakukan pembahasan dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga terkait rencana pembangunan terminal.
Ia mengingatkan bahwa pada periode 2021 hingga 2022, distribusi BBM di Samarinda sempat beberapa kali mengalami gangguan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena kerap dipersepsikan sebagai kelangkaan bahan bakar.
“Keberadaan terminal BBM di Samarinda diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan bakar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih terjamin dan stabil,” ujar Andi Harun, pada Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, izin lokasi pembangunan sebenarnya telah diterbitkan sejak 2021. Setelah melalui sejumlah tahapan koordinasi dan persiapan, proyek tersebut dipastikan memasuki fase awal pembangunan pada tahun ini.
Proses konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun dengan target penyelesaian pada awal 2028.






