“Saya memaknai pelantikan ini sebagai awal semangat kolaborasi KADIN Kalimantan Timur dengan Otorita IKN. Kami membuka pintu untuk bersinergi ke depan,” ujar Basuki.
Ia menekankan tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian KADIN Kaltim, yakni adaptabilitas, kolaborasi, dan keberlanjutan. Adaptabilitas diperlukan agar pelaku usaha lokal mampu bersaing, kolaborasi untuk memperkuat sinergi pemerintah dan swasta, serta keberlanjutan melalui praktik bisnis hijau yang sejalan dengan konsep kota hutan di IKN.
“Transformasi ekonomi di Nusantara tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif pengusaha lokal. Namun bukan berarti ada keistimewaan, kapasitas tetap harus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk mendorong dunia usaha mengambil peran nyata dalam pembangunan ibu kota baru.
“Kalau kegiatan dilaksanakan di daerah lain mungkin biasa saja, tetapi ketika dilakukan di Ibu Kota Nusantara menjadi luar biasa. Di sini banyak sekali prospek. Kami berharap KADIN Indonesia dan KADIN Kalimantan Timur dapat bersinergi dan mengambil tanggung jawab itu,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, Kalimantan Timur kini berada pada fase strategis dengan berbagai potensi kawasan dan peluang investasi terbuka luas, mulai dari sektor energi, infrastruktur, hingga pengembangan kawasan ekonomi.
Pelantikan ini menandai pengukuhan kepengurusan baru KADIN Kalimantan Timur berdasarkan Keputusan Dewan Pengurus KADIN Indonesia. Diharapkan, kepengurusan baru tersebut mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta memperkuat ekosistem ekonomi Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)








