BorneoFlash.com, NUSANTARA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, meninjau sejumlah fasilitas di Ibu Kota Nusantara (IKN) guna memastikan aparatur sipil negara (ASN) dapat tinggal dan bekerja dengan aman serta nyaman.
Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, Rini menegaskan IKN merepresentasikan transformasi bangsa. “IKN kami rancang efisien, futuristik, dan selaras dengan alam.
Kami ingin ASN merasa siap, aman, dan nyaman agar kinerjanya optimal,” ujarnya usai kunjungan ke kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat.
Rini meninjau rumah susun (rusun) ASN, RSUP IKN, gedung kantor kementerian koordinator, serta Istana Garuda. Rusun ASN mengusung konsep tropis modern berkelanjutan, terdiri atas 47 tower setinggi 12 lantai.
Setiap unit menyediakan akses smart home (sidik jari/PIN), dapur, pemanas air, AC, dan furnitur. Pemerintah membangun rusun untuk mendukung perpindahan ASN secara bertahap sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas di kawasan KIPP IKN.
Rini juga meninjau RSUP IKN berkapasitas sekitar 250 tempat tidur. Rumah sakit ini menerapkan konsep smart hospital dengan dukungan teknologi CT-Scan 512 Slice, Hybrid Cathlab, dan MRI 3 Tesla. Layanan unggulan difokuskan pada penanganan jantung dan stroke.
Pemerintah merampungkan gedung berkonsep green building tersebut pada periode 2024–2025. Fasilitasnya mencakup multifunction hall, jembatan 2nd walkway, dan parkir terintegrasi.
Rini menegaskan kolaborasi dan digital governance menjadi kunci keberhasilan IKN. “Digitalisasi akan menjadi tulang punggung pemerintahan modern.
Karena itu, kami menyiapkan talenta ASN yang kompeten,” katanya. Ia menambahkan, IKN bukan sekadar pemindahan ibu kota, melainkan momentum untuk mempercepat transformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. (*)







