BorneoFlash.com, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan BGN tidak memaksa sekolah yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memaksa sekolah maupun siswa menjadi penerima manfaat.
Nanik menyampaikan penegasan tersebut menanggapi keluhan kepala SPPG di Kabupaten Banyuwangi yang kesulitan menambah penerima MBG karena sejumlah sekolah elit menolak program tersebut. Menurutnya, pemerintah menargetkan MBG untuk seluruh anak Indonesia, tetapi pelaksanaannya bersifat sukarela.
Ia menegaskan tidak boleh ada pemaksaan atau intimidasi terhadap sekolah yang menolak MBG, termasuk anggapan bahwa penolakan berarti tidak mendukung program pemerintah. BGN juga menghormati keputusan sekolah yang telah mampu memenuhi kebutuhan gizi siswanya.
Sebagai alternatif, Nanik mendorong kepala SPPG menyalurkan MBG kepada kelompok yang lebih membutuhkan, seperti pesantren kecil, anak putus sekolah, anak jalanan usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menekankan masih banyak masyarakat yang membutuhkan MBG tetapi belum menerima manfaatnya. (*)






