Menurut Halili, anggaran tersebut direncanakan masuk dalam APBD Perubahan Tahun 2026. Sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan, ia menilai kedua proyek tersebut bersifat mendesak dan memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
“Ini bukan soal proyek, tapi soal kebutuhan masyarakat. Infrastruktur lingkungan yang baik akan meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan warga,” tegasnya.
Tak hanya meninjau drainase dan jalan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan juga merespons keluhan warga terkait tingginya risiko kecelakaan di persimpangan Wonorejo 3.
Sebagai langkah cepat dan sementara, ia menginisiasi pembuatan polisi tidur di lokasi tersebut.
“Ini solusi sementara karena di persimpangan ini sering terjadi kecelakaan. Polisi tidur ini kami buat sambil menunggu pemasangan speed bump resmi dari Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, polisi tidur tersebut akan dibongkar kembali setelah fasilitas keselamatan dari Dinas Perhubungan terpasang secara permanen, agar tetap sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Langkah cepat Halili mendapat apresiasi dari warga setempat yang berharap realisasi perbaikan dapat segera terwujud. Kehadiran langsung wakil rakyat di lapangan dinilai menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat masih menjadi bagian penting dalam proses pembangunan di tingkat kota.
Peninjauan ini, warga RT 05 Gunung Samarinda berharap lingkungan mereka ke depan tidak hanya lebih layak, tetapi juga lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.





