Menurutnya, PLN hadir bukan sekadar sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta industrialisasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa pembangunan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan listrik industri di KEK Setangga.
Proyek ini mulai dikerjakan pada 4 Januari 2024 dan berhasil mencapai tahap energize atau pemberian tegangan pertama pada 27 Februari 2025, menandai tonggak penting penguatan sistem kelistrikan regional.
Basuki menambahkan, selain menjamin keandalan pasokan listrik bagi PT ABC, kehadiran gardu induk ini juga membuka peluang masuknya tenant industri baru.
Dengan kapasitas dan keandalan sistem yang tersedia, KEK Setangga memiliki prospek besar untuk berkembang sebagai pusat industri hilirisasi baterai dan industri turunannya.
Tak hanya berdampak pada sektor industri, pembangunan infrastruktur kelistrikan ini juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Pasokan listrik yang stabil mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Bumbu dan wilayah sekitarnya.
KEK Setangga pun diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (*)





