Menurutnya, suasana duka yang dirasakan saudara-saudara di daerah tersebut patut menjadi perhatian bersama.
“Kita harus berempati. Saudara-saudara kita sedang berduka akibat bencana, sehingga masyarakat Balikpapan diharapkan lebih mawas diri, termasuk dalam penggunaan petasan dan kembang api,” katanya.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, Anton mengungkapkan bahwa sejumlah titik yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi pesta kembang api telah dialihkan kegiatannya.
Lokasi tersebut kini difokuskan pada penggalangan dana dan doa bersama untuk korban bencana.
“Empat titik itu berada di kawasan BSB, Boss Mall, Platinum, dan Watu Beach. Kegiatannya dialihkan menjadi aksi sosial dan doa bersama,” jelasnya.
Melalui pendekatan ini, Polresta Balikpapan berharap pergantian tahun tidak hanya menjadi simbol pergantian waktu, tetapi juga menjadi penguat solidaritas sosial dan kepedulian antarwarga di tengah situasi nasional yang penuh tantangan. (*)





