BorneoFlash.com, PENAJAM – Wakil Ketua II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menilai sektor pariwisata masih menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum digarap maksimal.
Padahal, Kabupaten PPU memiliki garis pesisir panjang yang membentang dari Pantai Nipah-Nipah, Tanjung Jumlai, hingga Pantai Corong—dan seluruhnya dinilai sangat berpotensi dikembangkan.
Andi menjelaskan, DPRD telah menyiapkan landasan hukum berupa peraturan daerah untuk mendukung pengembangan pariwisata. Dengan regulasi itu, pemerintah daerah seharusnya bisa lebih percaya diri dan lebih agresif menarik investor.
“Alhamdulillah regulasinya sudah kami terbitkan. Tinggal bagaimana pemerintah daerah bisa lebih gencar melobi investor,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Ia menyebut kondisi alam PPU sangat memungkinkan dibangunnya kawasan wisata berskala besar. Bahkan, Andi berani menyamakan potensi pesisir PPU dengan pengembangan destinasi sekelas Ancol jika dikelola secara serius.
“Letak strategis dan panjangnya pesisir ini sangat mendukung. Kalau dikelola baik dan ada dukungan investor, ini bisa menjadi magnet baru pariwisata PPU,” tambahnya.
Lebih jauh, Andi menilai momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus dimanfaatkan untuk menarik minat investor. Dengan perencanaan matang dan pengembangan yang terstruktur, ia optimistis sektor wisata bisa memberi kontribusi signifikan terhadap PAD sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. (*/Adv)







