DPRD Ajak Warga Balikpapan Hidupkan Kembali Gotong Royong Hadapi Cuaca Ekstrem

oleh -
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. Foto: BorneoFlash/Ardian
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. Foto: BorneoFlash/Ardian
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Perubahan cuaca yang kian ekstrem tidak hanya menimbulkan kekhawatiran akan ancaman banjir dan longsor, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat. 

 

Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib, menyebut bahwa mitigasi bencana tidak selalu bergantung pada anggaran besar, melainkan pada kekuatan kebersamaan warga.

 

Najib menyampaikan bahwa cuaca dalam beberapa pekan terakhir sering berubah drastis dari panas terik menjadi hujan dalam hitungan menit. Kondisi ini menandai masuknya musim penghujan dan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

 

“Kadang siang sangat panas, beberapa menit kemudian hujan deras turun. Situasi seperti ini harus diwaspadai, jangan merasa aman begitu saja,” ujar Najib, saat dihubungi pada Sabtu (15/11/2025).

 

Menurut Najib, pemerintah melalui BPBD terus memantau perkembangan cuaca, namun penanganan di lapangan membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama dalam upaya menjaga lingkungan dan saluran air.

 

Ia menegaskan bahwa gotong royong membersihkan drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengawasi aliran air merupakan langkah dasar yang memiliki dampak besar mencegah banjir. 

 

“Masyarakat juga harus bergerak. Membersihkan drainase dan menjaga aliran air tetap lancar itu sangat penting,” ucapnya.

 

Najib menyebut, tantangan bencana dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali solidaritas warga, sesuatu yang menurutnya mulai memudar seiring perubahan gaya hidup masyarakat kota. “Bahkan mitigasi tidak harus berbiaya tinggi, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif,” tambahnya.

 

DPRD menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya lembaga pemerintah dan petugas kebencanaan. 

 

Balikpapan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, RT/RW, relawan kebencanaan, hingga kelompok masyarakat di wilayah rawan.

Baca Juga :  DPRD Mahulu Tetapkan Pimpinan Definitif dan Bahas Nota Keuangan APBD 2025 dalam Rapat Paripurna

 

Najib mengajak warga untuk menjadikan musim penghujan sebagai momentum memperbaiki sistem lingkungan berbasis partisipasi warga.

 

Cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim global disebut akan terus berulang dan sulit diprediksi. 

 

Oleh karena itu, DPRD menilai bahwa kearifan lokal berupa gotong royong bukan hanya tradisi, melainkan strategi nyata melindungi lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.