“Alhamdulillah, setelah saya koordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan sebagian meteran sudah dipasang dan sudah bisa digunakan warga. Memang kendalanya ada di pipa induk, karena biayanya cukup besar jika dibebankan ke masyarakat. Insyaallah akan saya perjuangkan,” tegasnya.
Halili yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan itu menambahkan, sejak menjabat Ketua LPM dua periode, dirinya sudah banyak merealisasikan pembangunan di wilayah Gunung Samarinda, mulai dari jalan setapak hingga pengecoran jalan.
Tahun 2026, ia memastikan program pelebaran dan pembangunan drainase di RT 41–44 sudah masuk dalam anggaran.
“Semua akan saya prioritaskan untuk kegiatan lingkungan. Saya berharap Dinas Pekerjaan Umum bisa mendukung penuh,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan.
Terkait banjir yang kerap melanda kawasan sekitar SMKN 2 hingga Puskesmas, Halili menyebut penyebab utamanya adalah penyempitan jembatan dan drainase yang berada di atas fasilitas umum dan dijadikan bangunan, sehingga harus dibongkar.
“Kalau tidak dibongkar dan dilebarkan, banjir akan terus terjadi. Konsultan sudah saya panggil, dan saya juga koordinasi dengan Dinas PU. Itu sudah dilakukan,” ungkap Purnawirawan TNI AD itu.

Plt Camat Balikpapan Utara, Arifdah Kunjtoro, yang turut hadir dalam reses tersebut, menegaskan bahwa pemerintah bersama DPRD akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. “Kami berusaha agar masyarakat Balikpapan bisa hidup lebih nyaman dan baik,” ujarnya.
Kegiatan reses ini juga dihadiri Ketua DPC PKB Balikpapan Michael Adams, Kabid SDA dan Drainase DPU Jen Supriyanto, serta perwakilan Divisi Distribusi Pengairan dan Jaringan Wilayah II bersama Lurah Gunung Samarinda. Ratusan warga antusias menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Balikpapan Halili Adinegara.






