Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan Indonesia pada energi fosil sudah waktunya ditinggalkan.
Menurutnya, keberlanjutan pembangunan hanya bisa dicapai apabila negara berani beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
“Kita tidak boleh terjebak dalam ketergantungan terhadap energi fosil. Peralihan menuju energi baru terbarukan yang lebih sehat dan berkelanjutan adalah kebutuhan mendesak,”tegasnya.
Lebih lanjut, Syafruddin menilai perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mendukung proses tersebut.
Kampus diharapkan menjadi pusat lahirnya inovasi, sementara mahasiswa menjadi motor penggerak yang membawa ide-ide segar ke ruang publik maupun dunia industri.
“Universitas harus berfungsi sebagai wadah pengembangan pengetahuan, sementara pemuda menjadi ujung tombak perubahan. Dengan sinergi itu, Kalimantan Timur dapat menjadi contoh sukses dalam memanfaatkan potensi energi terbarukan,”tutupnya. (*)







