Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil peninjauan langsung, lokasi tempat terjadinya longsor dinilai tidak layak huni.
Oleh karena itu, Pemprov Kaltim akan segera melibatkan tenaga ahli untuk melakukan mitigasi bencana di wilayah tersebut.
“Saya telah meminta Ikatan Ahli Geologi Indonesia Wilayah Kaltim untuk segera melakukan kajian. Nantinya, hasil analisis tersebut akan disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim guna ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah berupaya mencegah risiko bencana serupa dengan memastikan masyarakat tidak tinggal di kawasan rawan longsor.
Khusus bagi korban yang memiliki lahan pribadi, Pemprov Kaltim menyatakan kesiapannya membantu pembangunan hunian baru.
“Apabila para korban memiliki lahan, kami siap mendukung pembangunan rumah layak huni agar mereka dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman,” tegas Seno Aji.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda, Kepala Dinas Sosial Andi Muhammad Ishak yang juga menyerahkan bantuan, serta Sekretaris BPBD Kaltim Yasir. Hadir pula unsur Forkopimcam, camat, lurah, dan ketua RT setempat. (*)







