Meningkatkan Produksi Susu Nasional: Pemerintah Siapkan Lahan Peternakan Luas di Tiga Provinsi

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Merauke, Ahad, 3 November 2024. Ia didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lumbung pangan alias proyek food estate. Dok. Humas Kementerian Pertanian.
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Merauke, Ahad, 3 November 2024. Ia didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lumbung pangan alias proyek food estate. Dok. Humas Kementerian Pertanian.

BorneoFlash.com, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan tiga lokasi lahan peternakan sapi perah di Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan untuk meningkatkan produksi susu nasional.

 

Program ini melibatkan investor asal Vietnam dan mendukung inisiatif “Makan Bergizi Gratis” yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa lahan tersebut mencakup 12 ribu hektare di Sulawesi Tengah, 30 ribu hektare di Sulawesi Selatan, dan 50 ribu hektare di Kalimantan Selatan, sehingga total lahan yang disiapkan mencapai 92 ribu hektare.

 

Ia menambahkan bahwa TH Group, perusahaan besar dari Vietnam, berkomitmen untuk mendukung peningkatan produksi daging sapi dan susu dalam negeri. Mereka berencana mengembangkan industri pembibitan, budidaya ternak, penyediaan pakan berkualitas, distribusi, pengolahan, serta meningkatkan kapasitas peternak lokal.

 

Amran juga menegaskan bahwa pemerintah perlu mengimpor sapi indukan untuk mempercepat swasembada susu.

 

Mengandalkan sapi yang ada saat ini akan memakan waktu lebih lama. Rencana investasi dari Vietnam, yang mencakup pengadaan sekitar 250 ribu ekor sapi, diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi kepentingan nasional.

 

Pada Kamis lalu, Amran melaporkan upaya pemenuhan kebutuhan susu nasional melalui kemudahan impor sapi perah kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Kepresidenan Jakarta.

 

Rencana investasi ini diharapkan terealisasi pada 2025 dan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai swasembada daging dan susu.

 

Rencana ini juga membuka peluang bagi pengusaha lokal dan internasional untuk berkontribusi dalam program “Makan Bergizi Gratis” yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.