Dukung Pelestarian Bekantan, Forum Komet: PEP Sangasanga Field Ajak Pekerja ke Ekowisata Sungai Hitam Lestari 

oleh -
Editor: Ardiansyah
Populasi Bekantan saat ini di wilayah Samboja, khususnya Sungai Hitam, diperkirakan mencapai sekitar 400 ekor. Foto: HO/ Pertamina EP 
Populasi Bekantan saat ini di wilayah Samboja, khususnya Sungai Hitam, diperkirakan mencapai sekitar 400 ekor. Foto: HO/ PT Pertamina EP 

BorneoFlash.com, JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan dukungan pekerja migas di lingkungan Subholding Upstream Pertamina terhadap upaya pemulihan habitat Bekantan, PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field memaparkan keberhasilan Program CSR Ekowisata Sungai Hitam Lestari (SHL) dalam Forum Komet (Knowledge Management) Webinar yang difasilitasi oleh Direktorat SDM PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pada Jumat (19/07/2024). 

 

Dalam forum ini, PEP Sangasanga Field menghadirkan dua narasumber, yakni Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan dan Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah. 

 

Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari (SHL) merupakan salah satu program CSR unggulan di bidang lingkungan yang berfokus pada konservasi Bekantan melalui upaya pemulihan dan revitalisasi habitatnya di wilayah Samboja, Kalimantan Timur. 

 

Di tahun 2023 lalu, program ini berhasil menghantarkan PEP Sangasanga Field menerima penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

 

Sigid menjelaskan, Program SHL menjalankan kegiatan konservasi Bekantan, ekowisata, dan pengembangan UMKM sekaligus. 

 

“Langkah pemulihan atau revitalisasi habitat Bekantan ini dapat menjaga keberadaan populasi satwa endemik Pulau Kalimantan itu untuk dapat terus hidup dan berkembang biak. Artinya jumlah populasi Bekantan diharapkan akan meningkat,” kata Sigid.

Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan. Foto: HO/PT Pertamina EP
Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan. Foto: HO/PT Pertamina EP

Saat ini populasi Bekantan di wilayah Samboja, khususnya Sungai Hitam, diperkirakan mencapai sekitar 400 ekor, jauh lebih banyak dibandingkan pencatatan pada tahun 2013 silam yang diperkirakan hanya sekitar 188 ekor. 

 

“Untuk pemulihan habitat Bekantan, sejak pelaksanaan program SHL ini di tahun 2019 PEP Sangasanga telah menanam 2.500 bibit mangrove yang merupakan bahan makanan Bekantan,” ujarnya. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.