Padahal menambahkan gula, sirup, pemanis buatan non-kalori, dan krim dapat memberikan efek negatif pada pasien diabetes karena kandungan gula dan karbohidratnya.
Sebuah studi menyimpulkan bahwa pemanis buatan non-kalori dapat menyebabkan intoleransi glukosa dan mengubah mikrobioma usus pada manusia.
- Kecemasan
Minum kopi dapat menyebabkan beberapa efek samping yang umumnya terjadi, seperti gelisah, cemas, maag, dan lainnya. Namun, bagi penderita diabetes, gejala-gejala ini mungkin berhubungan dengan kondisinya, menurut Healthmatch. Misalnya, orang-orang tersebut sering menderita penyakit Gastroesophageal Reflux atau GERD, maka minum kopi bisa memperburuk gejalanya.
Minum kopi dapat menyebabkan penderita diabetes mengacaukan gejala tersebut dengan hipoglikemia (gula darah rendah) atau hiperglikemia (gula darah tinggi). Hal ini dapat menyebabkan mereka mengambil tindakan yang tidak perlu.
- Masalah tidur
Salah satu alasan utama sebagian orang minum kopi adalah agar tetap terjaga. Sedangkan salah satu efek samping konsumsi kafein adalah insomnia. Penderita diabetes seringkali menderita gangguan tidur dan minum kopi dapat memperburuk masalah yang mereka alami.
Selain itu, penderita diabetes yang kurang tidur mungkin menderita sensitivitas insulin yang lebih rendah. Bahkan jika seseorang kurang tidur hanya satu malam, mereka mungkin mengalami resistensi insulin yang lebih tinggi.
- Kolesterol lebih tinggi
Beberapa penelitian menunjukkan, minum kopi dapat meningkatkan kadar kolesterol. Hal ini lantaran, diabetes dapat merusak lapisan arteri, yang pada akhirnya dapat membuat kolesterol lebih mudah menempel.
Sehingga, dalam kondisi ini dapat meningkatkan peluang Anda terkena masalah kardiovaskular. Perlu diperhatikan bahwa pengaruh terhadap kadar kolesterol bergantung pada jenis kopi yang Anda minum. Misalnya, kopi instan tidak meningkatkan kolesterol sebanyak espresso.








