Untuk itu, warga kota tidak takut melakukan skrining kesehatan, karena ini adalah langkah awal sehingga bisa dulu dicegah.
Rumah sakit di Kota Balikpapan sudah semua membuka layanan cuci darah, karena antrian pasien cuci darah ini antrian banyak. Pasien cuci darah bisa dua hingga tiga kali seminggu dan lebih banyak para pekerja, sehingga target kepada para pekerja.
“Cuci darah naik karena diabetes. Dari yang kita cek dari awal tahun hampir 200 ribu warga kota Balikpapan hampir 8 persen positif diabetes dan 3 persen pra diabetes. Yang positif diabetes kita suruh berobat dengan BPJS, kalau yang tiga persen ini harus kita buat kelompok untuk sering diedukasi dan sering cek ke puskesmas secara gratis,” jelasnya.
Dio mengungkapkan akibat diabetes banyak menimbulkan kerusakan pada organ tubuh mulai dari kepala menyebabkan mata rabun, kemudian membuat ginjal rusak sehingga pasien diabetes banyak melakukan cuci ginjal.
Tak hanya itu, diabetes juga menyebabkan hipertensi yang mengakibatkan stroke, termasuk diabetes membuat gangguan pembuluh darah veriver. “Mereka sering terasa kebas-kebas, keram. Banyak sekali mempengaruhi produktivitas,” paparnya.




