Tidak Pandang Usia, Penyakit Diabetes Meningkat di Kota Balikpapan 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Usai Pandemi Covid-19, penyakit yang meningkat secara nasional adalah Diabetes, termasuk juga di Kota Balikpapan.

 

“Kita harus segera mengantisipasi ini, karena diabetes komplikasinya sangat banyak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, Sabtu (21/10/2023).

 

Dio sapaan karibnya mengatakan dari seluruh penyakit tidak menular yang ada di Balikpapan, lebih menyasar kepada penyakit diabetes, tentu untuk mengantisipasi hal ini dengan melakukan deteksi dini. “Semua warga usia 15 tahun keatas kita cek gula darah, kalau ketemu yang diabetes dimasukkan ke dalam program diabetes,” ungkapnya kepada media.

 

Namun yang menjadi masalah, saat melakukan deteksi dini secara massal ketika menemukan warga yang pra diabetes. “Dia diatas normal 120 keatas tapi dia masih dibawah 200 belum diabetes. Masalahnya kalau ini tidak dijaga, dia akan berpotensi diabetes. Kita mengajak, ayo bersama-sama skrining dan kita jaga yang pra diabetes ini,” terangnya.

 

Pemicu dari diabetes yang pertama faktor genetik, tetapi faktor genetik ini kalau diwaspadai lebih awal maka terkenanya lebih lambat. “Misal udah tau bapak ibu diabetes. Kita edukasi untuk mencoba mengendalikan, terkenanya lambat,” ujarnya.

 

Disisi lain, faktor lingkungan dalam hal ini makanan dan minuman, apalagi saat ini marak kafe, gerai kopi maupun restoran. “Gaya hidup masyarakat itu konsumsi gula tinggi sekali, sehingga kita menemukan diabetes usia 50 tahun, sekarang usia belasan tahun dari hasil skrining,” ungkapnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.