BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendukung Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) melakukan penggantian pipa, sebagai upaya mengatasi kebocoran pipa yang kerap terjadi.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri menyetujui adanya rencana revitalisasi pipa, karena memang kondisi pipa yang sudah terlalu tua dan keropos membuat kebocoran semakin sering terjadi.
“Salah satu yang membuat tingkat kebocoran tinggi yaitu pipa. Kami prinsipnya pipa yang sudah usia 20 tahun ke atas memang harus diganti, masalah mana-mana pipa diganti dan anggaran berapa hanya PTMB saja yang bisa menghitung,” ujarnya.
Meskipun, informasinya rencana revitalisasi pipa akan menggunakan anggaran dari penyertaan modal tahun 2024. “Saya belum tahu berapa total anggaran yang dibutuhkan tapi Komisi III sangat setuju,” ucapnya.
Pihaknya tidak mempermasalahkan dengan rencana ini karena memang kebutuhan untuk kepentingan masyarakat. Walaupun memang penggantian pipa dilakukan secara bertahap sesuai dengan lokasi yang lebih sering terjadi kebocoran.
Ia berharap PTMB dapat memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Beriman dengan melakukan pergantian pipa ini. Apalagi saat ini ada pembangunan pipa gas dari Senipah ke Kilang Pertamina, yang berdampak terhadap pelayanan PTMB yang sempat terganggu.
Pasalnya, pipa bocor yang disebabkan proyek nasional di sepanjang Jalan Soekarno Hatta kurang lebih Rp 1 Miliar.
Sementara itu, Plt. Dirut PTMB Rita menyampaikan usia pipa kurang lebih 26 tahun sehingga harus melakukan perbaikan, sehingga masyarakat harus memahami hal itu. Dengan adanya revitalisasi pipa kemungkinan besar mampu mengurangi kebocoran pipa.
“Yang paling urgent itu penggantian pipa dari Kilometer 8 menuju IPA Kampung Damai. Panjang pipa yang perlu diganti sekitar 7.000 meter atau 7 kilometer dengan estimasi biaya pipa Rp 5,6 miliar per kilometer. Ini masih hitungan kasar,” terangnya.
Revitalisasi ini nantinya akan memanfaatkan dana penyertaan modal di tahun 2024 dari Pemkot Balikpapan. Saat ini sedang melakukan tahapan kajian investasi terlebih dahulu sebagai syarat penyertaan modal.






