Pasalnya, ini akan berdampak kepada masyarakat Kota Balikpapan seperti para pelaku UMKM, pelaku ekonomi, hotel dan tempat wisata yang akan meningkat. “Itulah komitmen kita,” imbuhnya.
Balikpapan sebagai pintu masuk gerbang IKN, sehingga dapat memanfaatkan potensi karena Balikpapan tidak kaya akan sumber daya alam. Dengan menjadi pintu gerbang kegiatan event nasional maupun internasional bisa diadakan di Kota Balikpapan.
“Kita dukung sesuai dengan tagline Kota Balikpapan, bersinergi dan berkolaborasi,” serunya.
Kegiatan pawai ta’aruf yang dilaksanakan ini bukan hanya dalam rangka merajut tali silaturahmi antar sesama peserta MTQ, tetapi juga untuk membangun antusiasme masyarakat agar berperan serta mensukseskan pelaksanaan MTQ.
“Sebagai umat muslim kita bangga dengan MTQ sebagai suatu event menjadi tradisi tahunan, selain sebagai sarana dakwah dan syiar islam juga mendorong ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Rahmad mengucapkan terima kasih, karena Balikpapan sebagai tuan rumah. Kepada warga berpesan untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ ke 44 ini.
“Semoga ini menjadi motivasi kita untuk meningkatkan keimanan, khususnya anak-anak kita untuk mencintai Al-Qur’an,” tegasnya.





