BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menanggapi perihal pengerjaan proyek DAS Ampal yang saat ini menjadi sorotan masyarakat Kota Balikpapan.
Apalagi semenjak ditutupnya Jalan MT Haryono tepatnya di depan Global Sport, yang mengakibatkan kemacetan.
Wali Kota Balikpapan meminta pengertian masyarakat untuk bersabar. Begitu juga meminta kepada pihak kontraktor agar segera menyelesaikan, sehingga tidak menimbulkan kemacetan baru.
Pengerjaan ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kota mengurangi permasalahan banjir di Kota Balikpapan. Tentunya, dalam pengerjaan membutuhkan tahapan, proses dan pastinya akan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Nah sekarang, bagaimana kita kawal itu proses pengerjaan proyek itu biar cepat dan tepat waktu. Untuk batas waktu proyek pengerjaan DAS Ampal itu hingga bulan Desember 2023 ini. Biarkan berproses dulu," terangnya.
Rahmad menyampaikan tujuan dilakukan pengerjaan ini untuk kebaikan masyarakat Balikpapan. "Kemarin masyarakat meminta untuk bisa mengatasi banjir dan sekarang telah dibuatkan solusinya," ungkapnya.
Pengerjaan ini pasti akan mengganggu jalan umum karena jalan terpakai. "Kalau macet itu pasti, minimal kita berkorban satu sampai dengan bulan lah. Kita berdoa pengerjaan ini cepat selesai. Kalau tidak selesai baru kita masalahkan," tegasnya.
Selaras dengan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan Rafiudin mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya untuk membuka akses jalan tersebut.
Tetapi perlu dipahami, bukan menyalahkan alam, ketika hujan turun tidak dapat mengerjakan pekerjaan, karena pekerjaan tanah ini sangat tergantung dengan cuaca. Kalau hujan, mobil tidak bisa lagi mengambil material. Itu yang menjadi kendala. "Mudah-mudahan cuaca cerah membantu kami sehingga target kami jalan cepat dibuka," harapnya.
Menurutnya, PT Fahreza Duta Perkasa sudah luar biasa dan pihaknya terus komunikasi untuk menjalankan komitmen.
"Kami tungguin mereka sampai jam 10 malam masih drop material. Siapa sangka jam 10 lewat sudah turun hujan. Kalau sudah hujan, mobil tidak bisa masuk lagi. Menunggu besok lagi," ungkapnya.
Pengerjaan ini hanya menunggu tanah uruk lagi, sudah berjalan sekitar 50 persen. "Target kita mudah-mudahan di global ini bisa segera ditimbun. Jujur target saya tuntas semua akhir bulan ini, kami upayakan lah, tergantung cuaca," katanya.
Pihaknya berharap ini tidak sampai molor, karena ini dapat merugikan semua termasuk warga terutama. "Cuaca mendukung, kita upayakan. Kami minta armada dan waktu di tambah," sebutnya.
Sebenarnya pengerjaan ini kuncinya di tanah, karena kalau tanah selesai dapat langsung di agregat dan langsung di cor. Pasalnya, turap kiri kanan dan box culvert sudah selesai. "Tanah ini susahnya kalau hujan ini," katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar