Meskipun pernah ada sedikit bantuan CSR perusahaan dari itu hanya untuk diperbaiki dengan tambal sulam.
“Kalau pemerintah sampai saat ini tidak ada, hanya meninjau, memfoto dan tidak ada kelanjutannya,” ungkapnya.
Sebenarnya jembatan ini sangat mengkhawatirkan apabila dilintasi baik pengendara roda dua maupun pejalan kaki.
Pihaknya menginginkan jembatan ini bisa diperbaiki semi permanen tapi kalau bisa dibuat permanen justru lebih bagus. Sehingga orang yang melintas tidak takut.
“Jembatan ini dibilang layak ya tidak layak, dibilang tidak layak tapi nyatanya dipakai terus oleh masyarakat,” terangnya.

Berdasarkan pantauan BorneoFlash.com melihat jembatan ini memang mengkhawatirkan bagi yang melintas, apalagi jika berbarengan dengan pengendara yang melintas.
Tampak terlihat tulisan sumbangan sukarela untuk perawatan jembatan dan di bawah tulisan tersebut terdapat kontak berwarna biru, untuk tempat sumbangan tersebut.
(BorneoFlash.com/Niken)







