BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Jasa Raharja Kalimantan Timur mencatat total santunan yang diserahkan sepanjang H-7 sd H+7 Lebaran 1443 H mencapai Rp 1,2 Miliar dengan total jumlah korban sebanyak 52 korban yang terdiri dari 20 korban meninggal dunia dan 32 korban luka-luka.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan tahun 2021 dan 30 persen bila dibandingkan tahun 2019.
Sementara, realisasi kecepatan penyerahan santunan meninggal dunia adalah 1 hari 7 jam dari target 3 hari dan penyelesaian berkas adalah 11 menit 46 detik dari target 1 jam sejak berkas lengkap.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Timur, Eva Yuliasta menyampaikan bahwa dari sisi kualitas pelayanan santunan, Jasa Raharja menyerahkan total santunan sebesar Rp 1,2 Miliar dan mengalami kenaikan 12% dibandingkan tahun 2021.
“Jasa Raharja sebagai BUMN penyelenggara program perlindungan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan, terus berupaya mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam memberikan perlindungan santunan korban kecelakaan lalu lintas melalui berbagai langkah transformasi digital dan inovasi”, ujar Eva Yuliasta.
Menurutnya, Perusahaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melakukan inovasi transformasi digital, dan efisiensi.
Ketiga langkah ini menjadi kunci bagi pertumbuhan perusahaan di saat pandemi maupun menjadi pondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pencatatan kinerja tersebut didorong oleh langkah transformasi digital untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan mengambangkan aplikasi JRKu dan Sistem Verifikasi Rawatan (Sivera)
serta integrasi sistem pelayanan santunan dengan IRSMS Korlantas Polri, Sistem Kependudukan dan Catatan Sipil Ditjen Dukcapil, BPJS Kesehatan, Rumah Sakit dan Perbankan.
“Kondisi ini tentunya tidak membuat kami berpuas diri, komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus dicanangkan, salah satunya dengan terus mengembangkan fitur fitur dalam aplikasi JRku yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam keselamatan transportasi”, tambah Eva.
(BorneoFlash.com/*)