Keberadaan buaya ini memang tidak diyakini mempunyai suatu makna tersendiri oleh keluarga Kamsiah. Menurutnya, buaya tersebut hanya membutuhkan teman bermain saja.
Sehingga sekarang buaya ini sampai dianggap layaknya anggota keluarga.
“Tidak ada (makna) apa-apa Kalau untuk makannya, biasanya kita belikan ikan saja, itupun kadang seminggu 3 kali,” bebernya.
Sementara itu, tidak hanya buaya yang dipelihara oleh keluarga Kamsiah, keberadaan buaya rawa ini juga sering terlihat di sungai oleh beberapa warga di kampung tersebut.

Meskipun hingga sekarang ini tidak pernah ada kejadian yang dialami oleh warga. Namun kewaspadaan dan kehati-hatian tetap diutamakan oleh masyarakat sekitar ketika pergi turun ke sungai.
“Sering terlihat, tapi tidak pernah mereka mengganggu kami, begitu juga kami, tidak ingin mengganggu mereka. Mungkin ini petuah, sejak ada buaya ini tidak ada juga kejadian. Tapi untuk anak-anak, memang selalu kami minta untuk tidak ke sungai karena mereka sering terjun mandi disana,” tambah Markus warga sekitar.
(BorneoFlash.com/Lis)







