BorneoFlash.com, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama TNI menyiapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kendaraan dinas.
Kemhan menerapkan kebijakan tersebut secara terukur dan bertahap guna mengantisipasi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi nasional tanpa mengganggu pelayanan publik dan kesiapsiagaan pertahanan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan Kemhan dan TNI melakukan penyesuaian internal yang bersifat administratif dan manajerial.
Ia menjelaskan Kemhan memfokuskan efisiensi pada aspek pendukung. Sementara itu, operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Rico, kebijakan tersebut mengatur penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista serta mobilitas kendaraan dinas.
Selain itu, Kemhan menerapkan kebijakan secara adaptif dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing satuan kerja.
Secara konkret, Kemhan menyiapkan beberapa langkah efisiensi. Langkah itu meliputi penyesuaian hari kerja dari lima menjadi empat hari pada fungsi tertentu.
Kemhan juga mengatur penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas operasi serta membatasi penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai.
Meski demikian, Kemhan memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu efektivitas pelaksanaan tugas.
Rico menegaskan langkah efisiensi ini menunjukkan kesiapsiagaan dan disiplin dalam mengelola sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat.
Sementara itu, pemerintah memastikan cadangan energi nasional tetap aman. Melalui kebijakan ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat ketahanan nasional melalui efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara. (*)





