Mendagri Tito Karnavian Imbau Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Lebaran

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Mendagri Tito Karnavian usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (9/3/2026). FOTO: ANTARA/Ogen
Mendagri Tito Karnavian usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (9/3/2026). FOTO: ANTARA/Ogen
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying kebutuhan pokok seperti BBM dan beras menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

 

Ia menegaskan stok kebutuhan pokok aman, termasuk beras nasional sebanyak empat juta ton. Pasokan BBM juga mencukupi, dan harga relatif stabil.

 

“Jangan panic buying. Itu justru mengganggu rantai pasok. Pemerintah sudah menyiapkan skema untuk menjaga harga dan pasokan,” kata Tito usai memimpin rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin.

 

Tito menenangkan masyarakat terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 yang diperkirakan hanya 4,7 persen.

 

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian metode perhitungan harga listrik memengaruhi angka ini. “Tahun lalu pemerintah mensubsidi tarif listrik, sekarang harganya kembali stabil, tapi perhitungan ekonomi masih memakai harga listrik subsidi,” jelas mantan Kapolri itu.

 

Ia menugaskan Bupati, Wali Kota, dan Gubernur Kepri untuk segera menggelar rapat internal. Tujuannya memastikan pasokan pangan dan energi tetap lancar menjelang Lebaran. Langkah ini juga menjaga distribusi stabil agar konsumen tetap aman dan terlindungi.

 

“Kepala daerah harus berkoordinasi dengan distributor dan pengusaha soal kesiapan pasokan pangan,” ujarnya.

 

Selain memastikan ketersediaan barang, Mendagri menekankan pengamanan lokasi wisata dan pengaturan arus mudik. Koordinasi lintas sektor membantu mencegah kerumunan massa dan menjamin keselamatan publik.

 

“Pastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat arus mudik maupun di lokasi wisata,” tambah Tito.

 

Mendagri memerintahkan seluruh kepala daerah wajib berada di wilayah tugas mulai 14–28 Maret 2026. Kehadiran mereka membantu mengendalikan situasi di lapangan dan menjaga stabilitas harga serta keamanan selama perayaan hari besar keagamaan. (*)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.