DPRD Balikpapan Diminta Bertindak Tegas Persoalan RS Balbar hingga Plaza 88 Saat Audiensi Bersama Mahasiswa 

oleh -
Editor: Ardiansyah
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman saat menerima audiensi mahasiswa Uniba dan mahasiswa Mulia di Kantor DPRD Balikpapan, pada Senin (2/3/2026). Foto: BorneoFlash/Ardian
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman saat menerima audiensi mahasiswa Uniba dan mahasiswa MuliaUniversitas Mulia bersama DPRD, di Kantor DPRD Kota Balikpapan, pada Senin (2/3/2026). Foto: BorneoFlash/Ardian
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Sejumlah isu strategis mengemuka dalam audiensi mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) dan Universitas Mulia bersama DPRD, di Kantor DPRD Kota Balikpapan, pada Senin (2/3/2026).

 

Mulai dari progres Rumah Sakit Sayang Ibu, polemik pembangunan Plaza 88, hingga persoalan lalu lintas kendaraan berat, seluruhnya mendapat respons langsung dari Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman.

 

Yono menegaskan, DPRD tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti setiap persoalan yang disampaikan mahasiswa dengan langkah konkret di lapangan.

 

Salah satu sorotan utama dalam audiensi adalah progres pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat, termasuk isu dugaan kelebihan bayar sebesar Rp1,6 miliar.

 

Menanggapi hal itu, Yono menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani oleh Inspektorat dan pihak terkait telah diberikan waktu untuk mengembalikan dana yang dimaksud.

 

“Sudah ditangani Inspektorat dan diberikan waktu untuk pengembalian. Kami tetap mengawal agar prosesnya transparan dan sesuai aturan,” ujarnya.

 

Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan keberlanjutan Panitia Khusus (Pansus) terkait persoalan tersebut. DPRD, kata Yono, akan memastikan kembali status dan progresnya agar publik mendapat kejelasan.

 

Isu pembangunan flyover Rapak turut dipertanyakan, apakah benar-benar akan direalisasikan atau sekadar wacana. Menurut Yono, DPRD akan meminta kejelasan dari pemerintah kota mengenai kelanjutan proyek tersebut.

 

Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti program Gratispol, khususnya mahasiswa semester 3 hingga 7 yang disebut belum menerima manfaat, sementara yang terealisasi baru angkatan 2025.

 

“Ini juga menjadi perhatian kami. Akan kami dalami sampai di mana realisasinya dan bagaimana solusi bagi yang belum menerima,” tegasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.