BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah menjaga swasembada beras sekaligus menyiapkan ekspor seiring kenaikan produksi nasional.
Amran menyatakan penguatan stok beras dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi keberlanjutan swasembada dan kesiapan ekspor. Ia menyampaikan hal itu saat memimpin Rakor Pertanian di Jakarta.
Pemerintah terus memperbesar surplus agar Indonesia tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu memasok beras ke negara lain. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini sekitar 3,5 juta ton dan terus meningkat hingga Maret seiring panen raya serta tren produksi yang naik sekitar 15 persen.
Amran optimistis stok beras menembus 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan jika tren produksi bertahan. Ia juga memperkirakan surplus beras mencapai sekitar 9 juta ton bila produksi konsisten hingga akhir tahun.
Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai menjajaki ekspor ke Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini. Pemerintah juga mendorong pengiriman beras dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini.
Amran menekankan keberlanjutan swasembada melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah). Tahun lalu, pemerintah merealisasikan cetak sawah sekitar 200 ribu hektare, dan tahun ini menargetkan 250 ribu hektare. Program oplah terus memperkuat kapasitas produksi nasional.
Saat ini, pemerintah mencatat sembilan komoditas telah swasembada, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Pemerintah memprioritaskan kedelai dan bawang putih sebagai fokus berikutnya.
Selain itu, pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi tercapai tahun ini, disusul gula industri dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Amran mengapresiasi jajaran pertanian pusat dan daerah serta meminta seluruh pihak menjaga momentum produksi dan mempercepat realisasi program. (*)






