BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah memfokuskan pengendalian harga komoditas pangan sebagai langkah utama menjaga stabilitas inflasi nasional agar tidak menggerus daya beli masyarakat. Ia menyampaikan bahwa koordinasi rutin pemerintah pusat dan daerah melalui rapat mingguan berperan penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Desember 2025 secara tahunan sebesar 2,92 persen. Angka ini mendekati 3 persen, namun masih berada di bawah batas maksimal inflasi sebesar 3,5 persen. Meski demikian, Tito menilai tren inflasi menunjukkan kenaikan dibandingkan November 2025 yang berada di level 2,72 persen sehingga perlu terus diwaspadai.
Tito mengingatkan bahwa kenaikan inflasi di atas ambang batas akan paling berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah, terutama akibat naiknya harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, daging, dan ikan. Ia juga menyebut harga emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan karena mengikuti dinamika global dan tidak dapat dikendalikan pemerintah.
Karena itu, pemerintah memprioritaskan pengendalian inflasi pada komoditas pangan serta sektor makanan dan minuman yang dampaknya paling langsung dirasakan masyarakat. (*)





