Pajak Parkir Belum Dipenuhi, DPRD Samarinda Beri Peringatan Keras ke Mie Gacoan

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Gerai Mie Gacoan di Jalan M. Yamin Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Gerai Mie Gacoan di Jalan M. Yamin Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda memberikan peringatan keras kepada manajemen restoran Mie Gacoan terkait persoalan pengelolaan parkir di dua cabang mereka, yakni yang berlokasi di Jalan M. Yamin dan Jalan Ahmad Yani. 

 

Permasalahan tersebut dinilai belum menunjukkan kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan daerah.

 

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyampaikan bahwa kendala dalam tata kelola parkir tidak dapat dianggap sebagai persoalan ringan. Menurutnya, apabila dibiarkan tanpa penanganan yang serius, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak sosial sekaligus merugikan pendapatan daerah.

 

Berdasarkan informasi yang diterima DPRD, pengelolaan parkir di kawasan usaha Mie Gacoan berada di bawah tanggung jawab PT Pesta Pora Indonesia yang berkedudukan di Malang. Adapun pelaksanaan teknis operasional parkir dipercayakan kepada PT Bahana Sekuriti Sistem (BSS) yang berkantor pusat di Makassar.

 

Iswandi mengungkapkan bahwa sejak restoran tersebut mulai beroperasi pada September 2024 hingga saat ini, pajak parkir off street atau parkir yang berada di dalam area usaha belum pernah disetorkan ke kas Pemerintah Kota Samarinda.

 

“Persoalan utama terletak pada parkir off street. Sejak awal operasional hingga sekarang belum terdapat realisasi setoran pajak, padahal sektor ini memiliki potensi signifikan dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” ujar Iswandi, pada Jumat (16/1/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa untuk parkir on street yang menggunakan badan jalan, kewajiban retribusi telah dijalankan sebagaimana mestinya dan disetorkan melalui rekening resmi Dinas Perhubungan Kota Samarinda. 

 

Namun, kewajiban pajak parkir off street yang merupakan objek pajak daerah belum terpenuhi akibat kendala internal dalam sistem pengelolaannya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.