Wagub Minta Pemerintah Pusat Serius Hentikan Deforestasi di Kaltim

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menegaskan bahwa kondisi deforestasi di Kaltim kini berada pada tahap yang mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan bencana ekologis besar jika tidak segera ditangani.

 

Menurutnya, dampak kerusakan hutan sudah mulai dirasakan masyarakat dalam bentuk banjir, tanah longsor, hingga perubahan kualitas lingkungan.

 

“Deforestasi di Kalimantan Timur sudah mulai kritis. Kami telah berkonsultasi dengan Kementerian Kehutanan agar tidak terjadi pembalakan kayu ilegal dan kerusakan hutan yang lebih parah,” katanya baru-baru ini.

 

Seno menekankan bahwa hutan Kaltim bukan hanya aset daerah, tetapi juga bagian penting dari ekosistem global. Kalimantan Timur selama ini dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia yang berperan besar dalam menyerap karbon dan menjaga stabilitas iklim.

 

Menurutnya, deforestasi bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat. Berkurangnya tutupan hutan membuat daerah semakin rentan terhadap bencana hidrologis. 

 

“Ini sangat berdampak kepada masyarakat, terutama dalam banjir dan tanah longsor,” tegasnya.

 

Untuk itu, Pemprov Kaltim terus meminta pemerintah pusat mengambil langkah tegas dan menyeluruh dalam menghentikan degradasi hutan. 

 

Upaya eliminasi pembalakan liar, penguatan pengawasan, serta penataan izin pemanfaatan lahan menjadi prioritas yang perlu dijalankan bersama.

 

“Kami selalu sampaikan ke pemerintah pusat supaya deforestasi bisa dihindari, dieliminasi, dan hutan-hutan di Kalimantan Timur bisa terjaga dengan baik,” kata Seno.

 

Ia berharap percepatan pengendalian deforestasi dapat menekan potensi bencana ekologis, sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.