BorneoFlash.com, JAKARTA – Pemerintah mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memastikan hak anak tetap terpenuhi.
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa pemerintah terus memulihkan kondisi dan mengaktifkan kembali sekolah. Ia memastikan sekolah yang terdampak segera mendapat penanganan dari pemerintah daerah dan tim di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur, penyelamatan warga, dan percepatan operasional sekolah menjadi prioritas. Pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya dan menargetkan penanganan wilayah terisolasi selesai dalam satu hingga tiga hari.
Kemensos memperkuat dukungan bagi warga terdampak banjir dengan menyalurkan bufferstock logistik senilai sekitar Rp14,5 miliar serta mengoperasikan dapur umum dan dapur mandiri senilai sekitar Rp4,5 miliar.
Dapur umum beroperasi dengan kapasitas harian:
- Sumatera Barat: 9 titik, ±30.000 porsi
- Sumatera Utara: 12 titik, ±30.000 porsi
- Aceh: 7 titik, ±28.000 porsi
Jumlah titik dapat bertambah sesuai kondisi lapangan.
BNPB mencatat 631 korban jiwa, 472 orang hilang, 2.600 luka-luka, dan sekitar 1 juta warga mengungsi. (*)






