BorneoFlash.com, JAKARTA – Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas Nanang Abdul Manaf menegaskan bahwa eksplorasi menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas).
“Eksplorasi! Eksplorasi! Eksplorasi! Mari kita terus melakukan eksplorasi,” ujar Nanang dalam Grand Launching Indonesia’s Oil and Gas Exploration 2025 di Jakarta.
Nanang memastikan Indonesia membuka peluang investasi hulu migas serta mendorong inovasi dan kolaborasi dengan mitra domestik maupun internasional. Ia menegaskan bahwa para mitra berperan penting dalam mewujudkan ketahanan, keadilan, dan kemandirian energi.
Indonesia meluncurkan program eksplorasi migas 2025 bertema “Unlocking Indonesia’s Upstream Potential: Invest in Indonesia’s Energy Future”. Nanang berharap program ini melahirkan ide berani, kemitraan baru, dan langkah konkret.
Pemerintah meningkatkan penawaran blok migas baru dari 10 blok pada 2024 menjadi 20 blok pada 2025 dan membuka peluang penambahan sesuai kebijakan strategis Kementerian ESDM. Dari 20 blok tersebut, pemerintah sudah menawarkan 12 blok melalui dua putaran lelang. “Kami akan menandatangani Blok Perkasa hari ini,” kata Nanang.
Kementerian ESDM menetapkan TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd sebagai pemenang Blok Perkasa dengan komitmen pasti tiga tahun pertama senilai 2,25 juta dolar AS. Blok ini berada di lepas pantai Jawa Timur dengan estimasi cadangan 228 MMBO atau 1,3 TCF gas. Kementerian ESDM mengeluarkan penetapan ini melalui SK Menteri ESDM Nomor 87.K/MG.04/DJM/2025.
Nanang menegaskan bahwa pemerintah akan menawarkan delapan blok tambahan dalam lelang putaran ketiga pada akhir tahun setelah menteri menyetujui.
Setelah satu tahun bertugas, Nanang mencatat peningkatan produksi migas pertama sejak 2016. Dua proyek pengembangan di Blok B Offshore Natuna Selatan yang dioperasikan Medco E&P Ltd Lapangan Forel-Bronang dan Terubuk Siput menambah 20 ribu barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari.
Produksi dari dua lapangan baru tersebut meningkatkan rata-rata lifting minyak dari 580 ribu barel per hari pada 2024 menjadi 582 ribu barel per hari pada 2025, atau setara 607 ribu barel per hari jika memasukkan Natural Gas Liquids (NGL). Nanang menegaskan bahwa peningkatan ini menjadi yang pertama sejak 2016. (*)





