BorneoFlash.com, KUKAR – Program perbaikan fasilitas pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi tantangan dari sisi kemampuan anggaran daerah.
Meski demikian, pemerintah tetap menargetkan persoalan ruang kelas di sekolah dapat diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah penanganan bertahap untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak sekaligus memenuhi kebutuhan ruang belajar baru.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah.
“Penanganan ruang kelas yang rusak maupun kekurangan ruang belajar sudah menjadi perhatian pemerintah daerah dan masuk dalam prioritas pembangunan pendidikan,” ungkapnya, pada Senin (30/3/2026).
Berdasarkan pendataan Disdikbud Kukar tahun 2025, masih terdapat 1.928 ruang kelas di berbagai sekolah yang kondisinya mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam. Selain itu, kebutuhan ruang belajar juga masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Data yang dihimpun menunjukkan masih ada kekurangan sekitar 444 ruang kelas pada jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP.
Namun, upaya penanganan tersebut tidak bisa dilakukan secara sekaligus. Heriansyah menjelaskan kondisi fiskal daerah saat ini mengharuskan pemerintah menyesuaikan program pembangunan dengan ketersediaan anggaran.
Hal itu juga berkaitan dengan kebijakan efisiensi belanja pemerintah setelah diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.
“Kami tetap berupaya melakukan penanganan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.
Disdikbud Kukar menargetkan proses perbaikan dan pemenuhan kebutuhan ruang kelas tersebut dapat dituntaskan pada 2027, dengan harapan kondisi keuangan daerah ke depan semakin membaik.
“Mudah-mudahan pada 2027 kondisi anggaran sudah lebih baik sehingga target penanganan ruang kelas bisa tercapai,” tutup Heriansyah. (*)







