“Karena sistem kelistrikan di Kalimantan saling terkoneksi, kami juga masih memiliki cadangan tambahan dari Kalimantan Selatan. Total cadangan daya yang tersedia bisa mencapai lebih dari 300 MW,” jelasnya.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode siaga RAFI, PLN UID Kaltimra menyiagakan 1.210 personel yang tersebar di berbagai wilayah kerja. Selain itu, PLN juga membentuk 97 posko siaga guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan kelistrikan.
PLN juga melakukan pengamanan pasokan listrik di 161 lokasi prioritas di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Lokasi tersebut meliputi 43 masjid, terdiri dari 11 masjid raya dan 32 masjid prioritas, yang diperkirakan menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Selain tempat ibadah, PLN juga memprioritaskan pasokan listrik di 36 rumah sakit serta 42 fasilitas transportasi seperti terminal, bandara, dan pelabuhan yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama periode mudik.
Tak hanya itu, PLN UID Kaltimra juga memastikan kesiapan 77 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar mulai dari Tanah Grogot hingga Tanjung Selor untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik selama masa libur Lebaran.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi gangguan kelistrikan. Pelanggan dapat menghubungi Contact Center PLN 123 atau menggunakan aplikasi PLN Mobile yang dinilai lebih praktis untuk pengaduan maupun layanan kelistrikan lainnya. (*)








